Biasanya sampah atau limbah dari taman cukup banyak, baik itu daun yang berguguran, ranting dan bekas potongan pada tanaman. Semua ini bisa dijadikan kompos dan tidak harus dibuang ke tempat sampah. Hanya dengan sedikit membuatnya menjadi lebih kecil, limbah taman ini bisa siap menjadi bahan kompos.
Biasanya karena gak mau ribet, limbah taman ini jarang digunakan untuk kompos. Soalnya membeli kompos atau pupuk juga cukup murah. Namun kontribusinya bagi volume sampah akan berkurang, bila limbah dari taman ini bisa diproses sendiri secara alami menjadi kompos.
Memang agak ribet sedikit tapi cukup berharga dan bermanfaat bagi lingkungan. Terutama bila melihat volume sampah yang makin hari makin menumpuk dan menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah daerah. Tidak jarang butuh anggaran untuk menyingkirkan sampah ini, padahal dengan memprosesnya menjadi kompos bisa memberi manfaat yang lebih baik.
Sebenarnya proses pengolahan menjadi bahan kompos tidaklah terlalu ribet. Ini harusnya dibiasakan saat membersihkan taman dengan memotongi limbah yang ada menjadi lebih kecil, Seperti memisahkan daun dari rantingnya, lalu memotongi daun yang cukup besar, maka sebenarnya tidak ada sampah yang tersisa dari limbah taman ini.
Apalagi bila tamannya diisi dengan tanaman perdu yang tidak berdahan, bisa jadi lebih mudah mengaturnya menjadi bahan kompos. Asalkan disiapkan menjadi potongan lebih kecil, maka proses pengomposan akan semakin mudah dan cepat. Lain bila limbah tadi dibiarkan menjadi onggokan yang tidak teratur, akan sulit membuatnya menjadi bahan kompos.
Disini memang perlu teknik bekerja di kebun atau taman yang efisien. Ada prinsip mengolah lagi dari apa yang dibuang dari taman tersebut, hingga semuanya bisa berguna menjadi bahan yang lebih berharga. Toh kompos yang dihasilkan bisa digunakan untuk menyuburkan kembali tanaman di taman tersebut.
Masalah lahan memang sering menjadi momok tersendiri dalam mengolah limbah taman ini. Maka disini pentingnya merapikan limbah yang dihasilkan dari taman tersebut menjadi kecil-kecil. Sehingga dengan dipilah sejak awal, sampah yang dihasilkan bisa diolah lagi, bahkan untuk ranting yang tersisa sebenarnya juga bisa diolah menjadi penyanggah tanaman atau apapun yang bisa digunakan untuk memperindah kebun atau taman.
Memang perlu ide kreatif dalam berkebun, sehingga tidak menyisahkan apapun untuk dibuang ke tempat sampah. Bahkan sebaiknya bukannya tempat sampah yang ada di dalam taman atau kebun, melainkan komposter yang langsung bisa mengolah menjadi kompos. Jadi apapun yang masuk ke dalam komposter sudah diolah dan diatur menjadi bahan kompos.
Teknik ini bisa dilakukan dan harus dimulai sehingga menjadi kebiasaan. Sebenarnya sudah tidak efisien menyediakan tempat sampah di tempat yang menghasilkan sampah organic. Justru lebih baik menerapkan recycle pada semua limbah yang dihasilkan dari kebun atau taman.