Membuat Kompos dari Kotoran Kelinci

Peternakan kelinci yang mulai banyak diminati membuat populasi kelinci semakin bertambah. Tak jarang tiap keluarga memiliki lebih dari lima kelinci di rumahnya. Ini tentunya akan berurusan dengan kotoran kelinci yang sebenarnya bisa dijadikan bahan kompos.

Sebenarnya memang tidak dianjurkan memiliki peternakan kelinci di pemukiman, karena masalah bau dan persoalan sanitasi lingkungan yang bisa berefek buruk bagi kesehatan. Meskipun bisa saja dibuatkan terpisah dari rumah induk tetap saja masalah kotoran kelinci bisa jadi kendala. Pengolahan kotoran kelinci menjadi bahan kompos bisa menjadi solusi, meskipun bukan solusi secara menyeluruh, peternakan kelinci yang besar harus terpisah dari pemukiman.

Kotoran kelinci memiliki kadar air yang beragam, karena bisa tergantung dari jenis makanan yang diberikan pada kelinci ini. Namun saat dijadikan bahan kompos, kotoran kelinci harus dalam kadar air minimal. Ini bisa dicampurkan dengan bahan kompos lainnya. 

Sebenarnya justru lebih baik bila peternakan kelinci diletakan dekat dengan lahan pertanian. Ini akan menjadi simbiosis yang baik, limbah pertanian akan menjadi campuran yang bagus bagi kotoran kelinci pada proses pengomposan. Dekatnya bahan kompos juga menghemat biaya transport dan tenaga untuk mengolah bahan kompos ini.

Menyiapkan lahan pengomposan

Bila kotoran kelinci tidak terlalu banyak, maka sebuah komposter bisa digunakan sebagai lahan pengomposan. Namun bila jumlah kotoran kelincinya cukup banyak mungkin sebuah komposter tidak bisa menampung, maka perlu sebuah komposter yang lebih besar. Ini bisa memanfaatkan lahan di sekitar peternakan, maka disini kelebihannya bila peternakan kelinci dekat lahan pertanian.

Komposter dari tong plastik bisa digunakan sebagai tempat pengomposan yang efektif bagi kotoran kelinci. Selain bisa meminimalisir bau, juga menjaga sanitasi peternakan menjadi lebih ramah lingkungan. Memang perlu sedikit modal, namun hasil komposnya juga bernilai bagi lingkungan.

Menyiapkan bahan kompos

Bahan kompos ini tentunya kotoran kelinci dan campuran yang bisa diambilkan dari limbah pertanian. Bisa juga campurannya dari sampah rumah tangga, atau daun-daun kering yang jatuh di halaman. Ini bisa disesuaikan dengan kondisi dan tempat peternakan, namun yang jelas bahan kompos ini saat dicampur harus memiliki kadar air minimal.

Pencampuran bahan kompos ini bisa saja dilakukan saat membersihkan kandang kelinci. Biasanya kotoran kelinci yang kadar airnya tinggi sulit dibersihkan bila tidak menggunakan air. Namun bila kadar airnya rendah bisa menggunakan alat pembersih, tanpa meninggalkan bau. Ini tentunya harus disesuaikan dengan kondisi di peternakan.

Mengolah proses pengomposan

Bahan kompos yang sudah memiliki kadar air minimal sudah bisa dimasukan dalam komposter. Ini bisa dilakukan penambahan bahan kompos setiap harinya, sambil diaduk setiap tiga hari untuk meratakan proses pengomposan. Biasanya tidak sampai satu bulan bahan kompos dari kotoran kelinci ini sudah bisa menjadi kompos.

Kompos dari kotoran kelinci ini bisa langsung dipanen, digunakan untuk menyuburkan tanah. Bisa juga ditampung dalam karung atau plastik untuk dijual pada pengguna kompos. Biasanya penjual bunga menyukai kompos dari limbah peternakan, lebih kaya unsur hara dan lebih menyuburkan tanah.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Ayo Bikin Kompos - All Rights Reserved
-->