Bikin Kompos dari Bongkaran Material Bangunan

Disini yang dimaksud dari bongkaran material bangunan memang bisa berupa kayu, batu-bata, bekas tembok, beton, kaca, eternit. Namun yang dimaksud lebih pada kayu pada material bangunan yang terbuang. Tentunya akan sangat sayang bila bekas kayu ini dibuang di tempat sampah dan dibakar.

Memang untuk bongkaran material bangunan yang keras, seperti beton, bekas tembok, batu-bata masih bisa dipakai sebagai bahan uruk. Misal sebagai bahan uruk untuk pondasi rumah, atau bisa juga untuk bahan pondasi membuat jalan. Namun disini lebih focus pada penggunaan sisa kayu yang tidak terpakai dari material bangunan.

Meskipun masih banyak pula yang memakai sisa kayu bekas bahan bangunan ini untuk memasak, sebenarnya lebih baik mengolahnya menjadi lebih bersih. Soalnya kayu bila dibakar akan menghasilkan karbon dioksida atau emisi karbon yang bisa mencemarkan lingkungan. Memang lebih baik mengolahnya menjadi lebih hijau, yaitu menjadi kompos.

Biasanya material kayu yang keras mungkin masih bisa dipakai lagi sebagai bahan bangunan. Sedangkan kayu yang sudah rusak akan cenderung lebih lunak, dan semakin mudah diolah menjadi kompos. Memang tidak semua material kayu ini bisa dioleh menjadi kompos.

Soalnya ada juga yang terolah dengan bahan pengawet, seperti kayu yang diolesi minyak solar, atau bahan kimiawi lainnya. Ini membuat kayunya menjadi lebih keras dan tidak memungkinkan diolah menjadi kompos. Meskipun sebenarnya bisa, tapi membutuhkan waktu yang lebih lama, artinya tidak begitu ekonomis. Namun tidak menganjurkan kayu-kayu tersebut dibakar atau tidak diolah, bisa saja diolah dengan teknik tersendiri.

Menyiapkan kayu bekas material

Kayu bekas material ini akan sangat mudah pengolahannya bila sudah berbentuk lebih kecil. Misal pada kasus bongkaran rumah akibat terkena rayap, maka rata-rata kayunya sudah cukup lapuk dan dengan mudah diolah menjadi kompos. Kebanyakan memang bongkaran material kayu pada bangunan yang sudah tua, rata-rata kayunya sudah lapuk dan sangat mendukung menjadi bahan kompos.

Jadi tidak perlu pengolahan lebih lanjut, hanya memang perlu dibikin lebih ringkas, agar bisa masuk ke komposter atau tempat pengomposan lainnya. Intinya semakin kecil akan semakin baik, meskipun kayu bekas rayap tidak membutuhkan waktu yang lama untuk pengomposan. Namun demi efisiensi dan proses pengomposan, maka pengolahan kayu tersebut lebih baik dilakukan.

Menyiapkan lahan pengomposan

Bila jumlah kayunya cukup banyak, memang sebuah komposter tidak akan mencukupi. Lebih baik memang menyiapkan tempat pengomposan yang lebih besar. Misal dengan memanfaatkan lahan yang tidak digunakan, dengan tujuan bisa menampung material kayu tadi lebih efisien.

Siapkan pula bahan penutup untuk proses pengomposan, ini bila dilakukan ditempat terbuka. Memang proses pengomposan harus terlindung dari sinar matahari dan hujan. Ini adalah kondisi ideal untuk proses pengomposan.

Melakukan proses pengomposan

Kayu yang sudah disiapkan tadi dikumpulkan di tempat pengomposan dan dicampur dengan kompos yang sudah jadi. Bisa dibikin semacam lapisan atau layer untuk mempercepat proses pengomposan. Namun syaratnya tidak sampai melampui ketinggian satu meter.

Jadi misal satu lapisan diberi kompos yang sudah jadi, lalu ditumpuk diatasnya kayu lagi dan diberi lagi kompos di atasnya. Sampai ketinggiannya tak lebih dari satu meter. Setelah selesai, tutup dengan terpal atau plastik yang kedap air dan cahaya. Biasanya dalam sebulan sudah menjadi kompos.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Ayo Bikin Kompos - All Rights Reserved
-->