Memang mampetnya beberapa aliran sungai menyebabkan banjir di mana-mana. Apalagi membuang sampah sembarangan adalah penyebab mampetnya aliran air dan bikin banjir sulit diatasi. Padahal bila sampah ini diolah menjadi kompos, resiko banjir bisa diminimalisir.
Ini sebenarnya kembali pada pola kebersihan lingkungan yang masih kurang baik. Seperti buang sampah sembarangan dan seenaknya, tanpa melihat resiko ke depannya. Kebiasaan buruk ini memang seperti tidak bisa dikendalikan. Orang bisa seenaknya membuang sampah di jalanan, di sungai tanpa ada yang bisa mencegahnya.
Meskipun sebenarnya mereka mengerti akan akibat dari membuang sampah sembarangan ini. Biasanya ini dilakukan orang yang tidak pernah terkena banjir, baru menyadari saat rumahnya diterjang banjir dan sampah masuk ke rumah mereka. Namun usaha gini biasanya sudah terlambat, di saat sampah sudah begitu massif produksinya dan tidak terkendali.
Harusnya memang ada perda atau aturan akan larangan membuang sampah sembarangan dan hadiah bagi yang mengolah sampah menjadi kompos. Memang harus ada semacam “punishment” dan “reward” sehubungan dengan masalah sampah ini, sehingga arah pengelolaan sampah menjadi jelas. Selama posisinya masih “abu-abu”, hanya sekedar himbauan dan larangan membuang sampah.
Tidak pernah menyentuh sisi pokok dari persoalan sampah yang sebenarnya. Padahal bila masalah sampah ini bisa dikelola dengan baik, maka resiko banjir bisa diminimalkan. Selama ini sampah menjadi media yang menyumbat aliran air sungai sehingga menyebabkan banjir di mana-mana.
Bila sampah ini bisa diolah menjadi kompos, justru bisa menghasilkan uang dan menyelamatkan lingkungan dari kerusakan. Sampah memang bisa bikin bau, pencemaran, banjir dan masalah social lainnya. Siapapun tidak akan mau tinggal dekat dengan tempat sampah. Padahal bila sampah ini dikelola dengan baik, bisa jadi tidak ada yang terbuang sebagai bentuk sampah.
Semuanya harus dimulai dari rumah tangga dan lingkungan kecil di rumah, dengan mengelola sampah dan membuatnya menjadi kompos. Bila ini dilakukan dengan baik, akan mengurangi volume sampah yang terbuang, dan bisa mendaur-ulang banyak hal yang bisa mengurangi produksi sampah. Memang perlu langkah taktis, seperti mekanisme pengelolaan kompos yang tepat dan terarah.
Biasanya suatu program pembuatan sampah menjadi kompos, hanya ramai di awal-awal saja saat diluncurkan. Selebihnya hanya menjadi slogan dan saran, tanpa dukungan infrastruktur yang pasti dan terarah. Harusnya sudah ada bank sampah dan kompos, yang akan menampung aliran sampah ini menjadi kompos yang lebih berguna.
Memang perlu struktur yang jelas, bukan hanya penyediaan truk sampah, yang hanya mengumpulkan sampah tanpa proses lebih lanjut yang jelas. Truk sampah hanya akan membuat sampah tetap ada tanpa proses yang jelas menjadi kompos. Harusnya truk kompos yang ada, sehingga jelas proses selanjutnya menjadi barang yang lebih berguna.