Mengolah Sampah Basah menjadi Pupuk Kompos

Bila melihat sampah basah yang berserakan di sembarang tempat memang sangat bikin risih. Selain itu juga bau yang dikeluarkan sangat tidak sedap, biasanya karena proses pembusukan. Padahal sampah basah ini bisa diolah menjadi pupuk kompos, yang akan lebih bernilai dan bikin lingkungan lebih bersih.

Apalagi saat musim hujan akan sangat mudah sampah yang berserakan ini terbawa oleh air hujan. Bisa mengalir ke sungai memenuhi muara atau waduk sungai, juga bisa mengisi saluran got dan bikin got menjadi tersumbat dan bau. Inilah hal yang terjadi bilah sampah dibiarkan tercecer atau kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Juga terjadi resiko yang tinggi dari membuang sampah sembarangan ini adalah mencemari lingkungan. Bikin bau tidak sedap dan terjadi banjir, ini biasa terjadi dan sering diabaikan tanpa pernah diambil sebagai pelajaran. Sampah basah harusnya diolah menjadi kompos agar lebih bernilai dan tidak mencemari lingkungan.

Sampah basah ini memang harusnya segera diproses, jadi saat keluar dari rumah tangga, sampah basah ini jangan dikumpulkan di tong sampah. Namun segera kumpulkan di komposter, agar bisa diolah menjadi pupuk kompos. Hanya sampah kering, plastik, yang bisa ditampung di tempat sampah.

Memang sampah basah akan menimbulkan bau sebagai reaksi pembusukan. Ini sebenarnya modal yang bagus dalam pembuatan pupuk kompos. Sampah yang basah memang memudahkan dalam proses pembuatan kompos. Asalkan kadar airnya minimal, proses pengomposan bisa berlangsung dengan cepat, memang perlu pengkondisian pada sampah basah saat masuk ke dalam komposter.

Mencacah sampah basah sebelum masuk komposter

Memang sampah basah yang akan dimasukan ke komposter hendaknya bisa diusahakan dalam bentuk lebih kecil. Ini agar proses pengomposan menjadi lebih cepat, tentunya akan sangat menguntungkan bila produksi sampah basahnya sangat tinggi, maka efisiensi komposter harus ditingkatkan. Caranya dengan mencacah sampah basah menjadi lebih kecil.

Rasio untuk ukuran kecil ini bisa fleksibel, semakin kecil akan semakin baik. Namun jangan bikin proses pengolahan sampah basah ini menjadi complicated atau menyulitkan. Sesuaikan saja produksi sampah basah yang ada dengan kemampuan komposter. Namun semakin cepat proses pengomposan akan semakin baik dalam mengelola berjimbunnya sampah yang ada. Memang tidak mudah bila rasio komposter dan jumlah sampah basahnya berbanding terbalik, bisa jadi proses pengomposan menjadi menyesakan.

Jadi perlu pengaturan kapasitas sampah basah yang akan diolah. Pengunaan EM4 bisa saja dilakukan untuk mempercepat proses pengomposan, meskipun ini tidak harus. Pengelolaan sampah terutama sampah basah bisa menjadi kunci kebersihan lingkungan. Sampah basah adalah sumber baud an pencemaran lingkungan, bila dengan cepat diolah akan menyelamatkan lingkungan dari polusi atau pencemaran, menyelamatkan sungai dari sampah dan kemungkinan banjir yang sering terjadi.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Ayo Bikin Kompos - All Rights Reserved
-->