Memang dengan komposter semua bahan kompos dengan mudah bisa diolah menjadi kompos. Namun komposter memiliki keterbatasan dalam hal kuantitas maupun kualitas kompos yang dihasilkan. Meskipun bisa saja dibuat komposter yang lebih besar, namun komposter yang dibuat lebih fleksibel bisa membuat pengolahan kompos menjadi lebih efektif.
Apalagi di tempat yang produksi sampahnya sangat tinggi, ini perlu komposter yang efektif dalam pengolahan maupun alur pengaturan composting. Memang komposter yang biasa dibuat sangat sederhana, hanya sekedar untuk menampung dan melakukan proses composting. Untuk hal lebih seperti mendapatkan kompos cair terpisah, composting yang berkelanjutan masih perlu modifikasi pada komposter yang sudah ada.
Bisa jadi tidak terlalu banyak biaya yang dibutuhkan untuk melakukan modifikasi pada komposter yang sudah ada. Hanya perlu kreatifitas dalam melihat alur proses pengomposan dan kebutuhan akan kompos cair. Seperti diperlukan saluran untuk kompos cair dan membuat lubang di bagian bawah komposter untuk mengambil kompos yang sudah jadi, sehingga tidak perlu lagi menunggu sampai semua sampah di dalam komposter terproses menjadi kompos.
Ini akan melihat ke mekanisme masuknya sampah di awal pengomposan, misal bila sudah mencapai dua minggu, maka tahap awal pengomposan sudah jadi kompos. Demikian pula dengan lapisan yang di atasnya akan bertahap mengikuti proses pengomposan yang sebelumnya. Hal ini akan terus bergerak ke bawah dan berkelanjutan, sehingga proses pengomposan menjadi efektif.
Memasang pipa dan kran di bagian bawah komposter
Langkah awal dalam mengefektifkan komposter adalah membuat saluran untuk kompos cair. Setiap proses pengomposan akan selalu menghasilkan sisa kompos cair, ini bisa dimanfaatkan dengan menyalurkan kompos cair tadi ke sebuah pipa. Pipa ini bisa dari paralon atau plastik yang tahan karat, sehingga bisa awet dipakai.
Pipa ini akan menyalurkan kompos cair yang terkoleksi di bagian bawah komposter. Bila ingin lebih mudah, pasang pula kran untuk mengatur saat pengambilan kompos cair. Hal ini karena kompos cair tetap terbentuk setelah melalui proses pengomposan, jadi tidak langsung jadi kompos cair saat sampah dimasukan ke dalam komposter.
Membuat lubang di bagian bawah komposter
Lubang pada komposter ini akan memudahkan dalam mengambil kompos yang sudah jadi. Bisa dibuat di sisi kiri maupun kanan di bagian bawah komposter. Lebih baik lagi jumlahnya mencukupi agar memudahkan dalam mengambil hasil kompos. Tetap kalau bisa menggunakan komponen dari plastik agar tidak mudah berkarat dan awet dalam pemakaiannya.
Memang butuh sedikit kreatifitas saat memodifikasi komposter ini agar terlihat rapi dan tertutup rapat. Ini penting agar tidak ada kebocoran pada komposter ini, sehingga proses pengomposan bisa berhasil. Namun prinsipnya tetap saja sebuah komposter, modifikasi hanya untuk membuat komposter menjadi lebih efektif dalam mengolah sampah menjadi kompos. Bila ingin cepat proses pengomposan memang harus digunakan EM4 atau kompos yang sudah jadi.