Boleh dibilang mudah sekali menemukan sampah, dimanapun pasti ada sampah. Tak ada tempat yang tak ada sampah, di sungai, di jalan, di taman, di lapangan. Di tempat layanan umum yang harusnya bersih, selalu dipenuhi sampah. Padahal bila tahu sampah bisa menjadi uang, dengan dibikin menjadi kompos.
Memang butuh usaha untuk bikin kompos dari sampah, namun tidak ribet. Bahkan boleh dibilang sangat mudah dan siapapun bisa melakukannya. Sampah akan diperoleh dengan gratis, siapapun memang membuang sampah, tidak menyukai sampah dan dibuangnyapun sembarangan. Padahal bila mau disiplin dan intelek, harusnya taruh sampah di tempat sampah, sehingga memudahkan mempercepat memproses sampah menjadi kompos.
Sampah memang harus diseleksi dulu, sampah basah dan kering. Dalam hal ini sampah basah yang akan langsung bisa diproses menjadi kompos. Sedang sampah kering yang rata-rata adalah kertas dan plastik, bisa didaur-ulang dan bisa menghasilkan uang pula. Jadi sebenarnya sampah masih bernilai, hanya kurangnya pengetahuan, efisiensi, menghargai lingkungan, adalah sekian permasalahan yang menjadi kendala dalam mendayagunakan sampah menjadi kompos.
Sebenarnya tidak sulit dalam mengolah sampah menjadi kompos. Sebuah bak plastik atau tong plastik bisa digunakan sebagai komposter. Lalu tinggal masukkan sampah basah tadi, pastikan kadar airnya minimal, kemudian bisa ditambahkan EM4, atau starter kompos yang sudah jadi, maka proses pengomposan sudah berjalan. Jadi tidak terlalu sulit untuk membuat kompos, hanya memang butuh usaha yang tidak berat.
Menyiapkan sampah menjadi bahan kompos
Biar proses pengomposan berjalan cepat, memang sampah basah tadi seharusnya diolah terlebih dulu. Ini terutama pada sampah yang konturnya agak keras, sehingga akan butuh waktu lama bisa sampah ini tidak dipotong lebih kecil. Meskipun sebenarnya tidak masalah, tanpa dipotong sekalipun bisa dilakukan pengomposan. Ini bila ingin lebih efisien, memang perlu usaha lebih sedikit.
Bisa juga digunakan EM4 untuk proses pengomposan, bila memang tidak ingin terlalu ribet dengan memotongi sampah. Namun pastikan EM4 diberikan secara merata, sehingga proses pengomposan bisa seragam dan cepat. Juga pastikan kadar air sampah basah tadi minimal, bisa juga dengan dicampur sampah kering agar diperoleh kadar air yang minimal. Secara mudah kadar air minimal bisa dicek dengan memeras sampah bahan kompos tadi, bila air yang keluar satu atau dua tetes, ini menandakan sudah minimal.
Mengatur proses pengomposan
Memang bila ingin cepat proses pemgomposan sampah, bisa digunakan EM4 atau starter kompos yang sudah jadi. Meskipun ini tidak harus, hanya akan lebih efektif proses pengomposannya. Bayangkan saja bila tempat pengomposan terbatas, sedang sampah terus bertambah, maka perlu cara agar sampah dengan cepat bisa dibikin jadi kompos. Kaedah ini memang perlunya teknik pengomposan yang efektif dan efisien dengan mendayagunakan resource yang ada.
Saat proses pengomposan berjalan, sampah tetap bisa ditambahkan ke komposter. Hanya memang perlu diaduk setiap tiga hari, ini untuk meratakan proses pengomposan. Biasanya bila digunakan EM4, hanya butuh 2-3 minggu sampah tadi sudah bisa dibikin jadi kompos. Namun bila memiliki lahan luas, dan tidak dikejar jumlah sampah yang banyak, maka EM4 bisa saja ditiadakan, namun untuk efisiensi tetap membutuhkan starter kompos yang sudah jadi.