Membuat Kompos dari Kotoran Sapi

Hewan sapi termasuk mamalia yang doyan makan, maka lumrah bila kotoran sapi sangat banyak produksinya. Biasanya para peternak sapi hanya membiarkan kotoran sapi ini dibiarkan begitu saja. Padahal baunya lumayan tidak sedap, iyalah yang namanya kotoran hewan mana ada yang sedap. Namun ada juga yang cukup jeli mengolah kotoran sapi atau tletong ini menjadi kompos. Ini baru namanya peternak cerdas, selain bau kotoran bisa minimal juga bisa mendapatkan nilai tambah dari kotoran sapi yang tak berharga tadi.

Memang perlu sedikit kerja keras untuk mengolah kotoran sapi menjadi kompos, karena rata-rata kotoran sapi memiliki kadar air yang tinggi. Artinya sangat tidak layak untuk dijadikan bahan kompos, meskipun bisa juga dicampur dengan beberapa limbah pertanian yang kadar airnya rendah. Seperti jerami, merang, yang rata-rata kadar airnya rendah, ini sangat cocok menjadi bahan pelengkap pada proses pengomposan.

Ini tentunya harus disesuaikan dengan lingkungan tempat peternak sapi ini berada, karena belum tentu di sekitar perternakan ada jerami maupun merang. Namun beberapa dari perternak sapi ini cukup jeli dalam melihat peluang. Saat panen padi tiba, mereka mengoleksi jerami dan disimpan digudang, selain bisa digunakan untuk makanan sapi, jerami ini juga bisa digunakan untuk bahan kompos. Tentunya dengan jerami yang posisinya sudah kering betul atau kadar airnya sudah sangat rendah.

Menyiapkan lahan pengomposan

Memang produksi kotoran sapi bisa setiap harinya sangat banyak, tentunya bila jumlah sapi juga sangat banyak. Jadi lahan yang dibutuhkan untuk menempatkan bahan kompos juga harus cukup besar. Biasanya sih kotoran sapi disendirikan sampai kadar airnya benar-benar turun. Namun bisa juga diakali dengan menambahkan bahan kompos lainya dengan kadar air yang rendah, seperti jerami atau merang.

Bila memiliki lahan cukup luas, maka sebuah lubang di tanah bisa dibuat untuk dijadikan lahan pengomposan. Tentunya dengan sebuah terpal plastik untuk menutup bahan kompos tadi. Lahan ini kalau bisa letaknya dekat dengan tempat peternakan, ini untuk menghemat tenaga saat memindahkan kotoran sapi dan bahan kompos lainnya.

Menyiapkan bahan kompos dari kotoran sapi

Bila jerami digunakan sebagai bahan pelengkap pada kompos kotoran sapi, maka jerami ini bisa dicampurkan saat kotoran sudah mau diangkut atau dipindah dari peternakan sapi. Ini tentunya akan semakin baik, karena bisa mengolah langsung kotoran sapi menjadi bahan kompos. Tentunya harus dicek dulu kadar airnya saat bahan kompos ini dimasukan ke tempat pengomposan.

Cara termudah mengecek bahan kompos sudah memenuhi kadar air adalah dengan memeras campuran kotoran sapi dan jerami tadi. Bila kadar air minimal, maksudnya tidak ada air yang tersisa saat diperas, beberapa tetespun bisa juga diterima. Saat itu kadar air sudah memenuhi untuk dijadikan bahan kompos.

Mengolah pengomposan kotoran sapi

Bahan kompos dari kotoran sapi yang sudah dicampur dengan jerami tadi, bisa dimasukan ke tempat pengomposan yang sudah ditutup dengan terpal plastik. Ini untuk menghindari dari hujan maupun sinar matahari. Bahan kompos tadi bisa dibolak-balik setiap tiga hari untuk oksigenasi dan meratakan proses pengomposan.

Bila menggunakan EM4 maka biasanya dua minggu kotoran sapi tadi sudah bisa menjadi kompos. Namun bila tanpa EM4 mungkin waktu pengomposan bisa menjadi lebih lama, bisa sebulan bahkan lebih. Ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan, saat kompos sudah jadi, bisa disaring untuk memilah kontur yang lembut tadi dan bisa dipak untuk dijual. Bisa juga digunakan secara langsung untuk menyuburkan tanah pertanian di sekitar lahan peternakan.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Ayo Bikin Kompos - All Rights Reserved
-->