Sampah yang semakin berjimbun memang menjadi persoalan tersendiri. Sudah begitu banyak dana yang dikucurkan untuk menanggulangi masalah sampah, tapi tetap saja volumenya sulit ditekan dan semakin banyak. Padahal bila dilakukan daur ulang bisa mengurangi timbunan sampah tersebut.
Memang tidak mudah merealisasikan daur ulang sampah ini, butuh tenaga, ketrampilan, pengetahuan dan waktu yang cukup. Juga tentunya butuh mekanisme yang akan menampung produk daur ulang ini. Seperti kemunculan bank sampah sangat bermanfaat dan bisa digunakan menjadi infrastruktur penting dalam proses daur ulang sampah.
Hanya persoalannya, bank sampah ini belum begitu menyebar atau tumbuh secara luas. Kurangnya atensi, dana, dorongan adalah sekian hal yang menghambat pertumbuhan bank sampah. Dana yang sebenarnya bisa diambilkan dari dana kebersihan, akan bisa menampung daur ulang sampah ini di bank sampah. Meskipun sebenarnya daur ulang sampah ini tumbuh dengan sendirinya.
Namun bila ini didorong lebih progresif bisa mengatasi persoalan sampah yang tak pernah usai ini. Kendalanya adalah di manajemen pengolahan sampah yang belum pernah memiliki visi yang jelas. Lebih melihat aspek mudahnya tanpa pernah memikirkan langka ke depan dalam mengatasi jumlah sampah yang tak terkendali. Padahal ini harusnya tidak terjadi, seperti menumpuknya sampah di sungai tidak akan terjadi bila proses daur ulang dan bank sampah bisa berjalan.
Memilah sampah di rumah
Awal dari daur ulang sampah adalah melakukan pemilahan sampah di rumah. Sudah harus dilakukan pemilahan saat sampah akan masuk ke tempat sampah. Bila sampah basah bisa masuk ke komposter, sedang bila sampah kering akan bisa dipilah lebih lanjut. Sampah plastik tentunya bisa dikoleksi untuk proses daur ulang atau menuju ke kantong pemulung. Sedang sampah kering lainnya bisa masuk menjadi campuran kompos, tentunya sampah kering yang mudah terurai.
Bila pemilahan di rumah dilakukan dengan tepat maka sampah ini akan terdaur ulang secara optimal. Bisa jadi tidak akan ada petugas kebersihan yang akan mengambil sampah. Justru bisa jadi petugas kebersihan ini akan mengolekasi sampah yang menuju ke bank sampah.
Memaksimalkan komposter di rumah
Memang bila bank sampah belum berjalan, maka salah satu pilihan yang ada adalah memaksimalkan komposter yang ada di rumah. Komposter akan mengolah sampah yang terurai secara maksimal. Bila ini dilakukan dengan efektif, bisa jadi rasio sampah akan berkurang dengan cepat, bahkan bisa menjadi lahan baru bisnis daur ulang.
Komposter sebenarnya bisa menjadi alternatif dari penggunaan TPA yang justru tidak efektif, atau kebiasaan membakar sampah di TPA tersebut. Anggap saja komposter adalah TPA yang akan mendaur ulang sampah yang terurai menjadi kompos. Jadi ini saja tidak akan menimbulkan timbunan sampah yang tidak perlu, dan mengatasi secara optimal masalah sampah.